Pelatihan Land Transportation Management For Mining Industry

PENDAHULUAN

Prasarana jalan di area pertambangan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan kondisi jalan pada umunnya. Salah satunya adalah ukuran dan jenis kendaran yang beroperasi dijalan tersebut: – mulai dari kendaraan penyangkut penumpang, hingga alat-alat pemindah tanah rmnekanis berukuran besar. Kombinasi antara keragaman, ukuran, dan jenis alat dengan kemungkinan latar belakang pengalaman pengemudi/operator yang bsrbeda menegaskan betapa pentingnya pengontrolan lalu-lintas yang baik di jalan area pertambangan.

Sedangkan keberadaan rambu-rambu jalan sebagai salah satu alat kontrol lalu-lintas telah lama dikenal dan dipakai pada jalan-jalan umum atau jalan raya. Rambu-rambu jalan itu sendiri tidak dapat mencegah semua kecelakaan di jalan di area pertambangan, akan tetapi dapat menciptakan suatu iklim mengemudi yang lebih kondusif bagi keselamatan. Maka standardisasi ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan dan penyediaan rambu-rambu jalan di area pertambangan, sehingga diperoleh suatu keseragaman yang pada akhimya dapat mengurangi angka kecelakaan yang diakibatkan oleh pemasangan rambu-rambu yang tidak benar atau membingungkan pemakai jalan. Oleh karena itu, rambu-rambu jalan di area pertambangan perlu distandarkan.

Terkait hal tersebut, paling tidak terdapat 2 landasan hukum yang bisa digunakan sebagai dasar acuan pembuatan standarisasi, yaitu Keputusan Menteri Perhubungan, Nomor : KM 61 tahun 1993, tentang rambu-rambu di jalan, Departemen Perhubungan Repubiik Indonesia dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi, Nomor: 555.W26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Atau bisa juga mengacu kepada Trafiic Safety, Code of Federal Regulations (CFR) 30, Part 56157.9100, Mine Safety & Health Administration (MSHA). USA. d. Walter W. Kaufman and James C. Ault, 1997, dan Design of Suriace Mine Haulage Roads-A Manual, US Deparbnent of the Interior. Washington D.C., USA. e. Patricia M. Laing. 1592 serta Accident Prevention Manual of Bussines 8 Industry and Engineering & Technology. lom edition, Nationa! Safety Couficii. USA. f. Roger, -L. Brauer, 1994, Safety and Health f~ Engineers. Van Nonstrand Reinho!d, New York, USA.

TUJUAN

  1. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami konsep manajemen unit transportasi
  2. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna mehamami regulasi terkait transportasi
  3. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami standar prosedur operasional transportasi
  4. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami proses adminstrasi dan dokumentasi berbasis teknologi
  5. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami metode pengelolaan unit transportasi
  6. Peserta pelatihan akan diharapkan dapat memiliki kemampuan guna memahami proses analisa dan pengambilan keputusan strategic

MATERI

  1. Transportation Management review
  2. Multimodal Transportation
  3. Defensive Driving
  4. Maintenance and Repairs
  5. Transport Organization and Administration
  6. Managing Transportation Provider
  7. GPS Vehicle Tracking
  8. Transport Consolidation
  9. Routing Management and Drop Point
  10. Transportation KPI, Monitoring, and Audit

PESERTA

  1. Manager/Supervisor/Staf HSE Departemen
  2. Manager/Supervisor/Staf Tranportation Departemen
  3. Manager/Supervisor/Staf departemen lain yang terkait

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

No Bulan Opsi Tanggal Pelatihan Opsi Tempat Pelatihan
1 Januari 8-10 Januari 2018  Hotel MM UGM Yogyakarta
Hotel LPP Garden Yogyakarta
Hotel LPP Convention
Fame Hotel Batam
Ibis Kuta Bali
2 Februari 15-17 Februari 2018
3 Maret 19-21 Maret 2018
4 April 26-28 April 2018
5 Mei 21-23 Mei 2018
6 Juni 7-9 Juni 2018
7 Juli 16-18 Juli 2018
8 Agustus 23-25 Agustus 2018
9 September 17-19 September 2018
10 Oktober 18-20 Oktober 2018
11 November 12-14 November 2018
12 Desember 20-22 Desember 2018
 
BIAYA KEGIATAN
Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residensial
Biaya tersebut belum termasuk penginapan selama kegiatan berlangsung
Fasilitas : Lunch,Coffe break 2 kali sehari, sertifikat, CD Materi dan seminar kit (Tas exclusive, Materi, Block Note, bullpoint, dll)
Kegiatan akan dilaksanakan dengan jumlah peserta minimal 5 orang

jenis training

Views All Time
Views All Time
46
Views Today
Views Today
1
Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *