PELATIHAN LEAN MANAGEMENT

PELATIHAN LEAN MANAGEMENT

 

PENDAHULUAN

Prinsip lean datang dari industri manufaktur Jepang. Istilah ini dicetuskan oleh John Krafcik tahun 1988 dalam artikel berjudul “Triumph of the Lean Production System” yang dipublikasikan dalam Sloan Management Review. Istilah lean juga sering diartikan sebagai kumpulan dari “peralatan” yang membantu untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan. Dengan mengurangi pemborosan kualitas produk akan meningkat dan waktu produksi serta biaya produksi akan dapat dikurangi. Contoh “peralatan” dari lean adalah Value Stream Mapping (VSM), Metode 5R, Kanban, serta Poka-yoke.

Produksi ramping (bahasa Inggris: lean production, lean manufacturing) adalah praktik produksi yang mempertimbangkan segala pengeluaran sumber daya yang ada untuk mendapatkan nilai ekonomis terhadap pelanggan tanpa adanya pemborosan, dan pemborosan inilah yang menjadi target untuk dikurangi. Lean selalu melihat nilai produk dari sudut pandang pelanggan, di mana nilai sebuah produk didefinisikan sebagai sesuatu yang mau dibayar oleh pelanggan.

Pada dasarnya, lean berpusat pada “mendapatkan nilai dengan sesedikit mungkin pekerjaan”. Lean manufaktur merupakan filosofi yang dikembangkan oleh Toyota dalam Toyota Production System (TPS). TPS dikenal karna fokusnya mengurangi 7 pemborosan atau yang dikenal dengan istilah “MUDA” (bahasa jepang), untuk meningkatkan nilai pelanggan secara keseluruhan, namun ada beberapa perspektif tentang cara pencapaiannya.

Hal kedua yang diperkenalkan Toyota yang berhubungan dengan lean adalah meningkatkan aliran atau kelancaran pekerjaan, dengan cara mengurangi ketidakseimbangan yang dikenal dengan istilah “MURA” (bahasa jepang). Teknik untuk memperbaiki aliran ini termasuk leveling produk, sistem “pull” (tarik) dan Heinjuka box. Baik Lean atau TPS memiliki tujuan yang sama yakni mengurangi biaya dengan mengurangi pemborosan.

Toyota memandang bahwa lean bukan hanya sekadar peralatan, namun pengurangan tiga jenis pemborosan yakni “muda” (pekerjaan yang tidak memberi nilai tambah), “muri” (pekerjaan yang berlebihan) dan “mura” (ketidakseimbangan), dengan menemukan masalah secara sistimatik.

TUJUAN

  1. Peningkatan Pemahaman falsafah dan konsep dasar LEAN dalam membantu Daya saing perusahaan
  2. Pengembangan system dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan LEAN di dalam perusahaan
  3. Penggunaan LEAN key tools dan kaitannya dalam meningkatkan daya saing perusahaan secara berkelanjutan
  4. Understanding why LEAN is fundamentally different from and superior to business models based on mass production

MATERI

  • LEAN Key Concept
    • What & why LEAN? Lean Basic Concept
    • LEAN Thinking
    • 4 Ps in Managing Lean (Purpose, Process, People, PDCA
  • Process – Waste Elimination
    • Improve Productivity through 8 waste identification
    • Muda-Mura-Muri
    • 5S as Lean Fundamental
    • E-C-R-S
  • People – Respect & Challenge
    • Lean Leadership
    • How to engage people in continuous improvement
    • Enterprise Improvement Team (EIT)
    • Leader Standard Work (LSW)
  • PDCA – Drive for Improvement
    • A3 Thinking as a problem solving management and Improvement tool
    • How to Measure Improvement benefits

PESERTA

  1. Manajer
  2. Supervisor
  3. Kepala Produksi
  4. Staff atau Karyawan

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

NoBulanOpsi Tanggal PelatihanOpsi Tempat Pelatihan
1Januari8-10 Januari 2018 Hotel MM UGM Yogyakarta
Hotel LPP Garden Yogyakarta
Hotel LPP Convention
Fame Hotel Batam
Ibis Kuta Bali
2Februari15-17 Februari 2018
3Maret19-21 Maret 2018
4April26-28 April 2018
5Mei21-23 Mei 2018
6
Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Share Button