PELATIHAN PENYUSUNAN SOP DAN INSTRUKSI KERJA PADA KEGIATAN / PEKERJAAN DI BIDANG KELISTRIKAN

PENDAHULUAN

Perkembangan sistem tenaga listrik dalam konteks global sangat maju dan pesat. Tujuan utamanya adalah terpenuhinya suplai daya listrik ke konsumen secara berlanjut dengan kualitas yang memenuhi standar peralatan konsumen. Sulit dipungkiri bahwa keberadaan masyarakat modern dewasa ini, tidak terlepas dari penyediaan energi listrik. Industri kelistrikan berperan sebagai salah satu pendukung penting dari proses civilisasi modern. Hal ini bisa dilihat bahwa kegiatan industri, perkantoran hingga rumah tangga tidak akan bekerja optimal tanpa adanya suplai tenaga listrik

Berbanding lurus dengan keadaan dunia global, begitu juga seperti kita ketahui bersama usaha atau kegiatan di bidang kelistrikan di Indonesia dari dulu hingga saat ini mengalami banyak perkembangan baik dari sisi tehnologi pengerjaan proyek maupun dari sisi pendanaan proyek. Semakin besar nilai proyek yang akan dilaksanakan dalam suatu waktu maka semakin banyak pula keuntungan yang didapat. Karena itu setiap pengusaha di bidang kelistrikan berusaha selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemegang saham agar semakin banyak orang yang mau menggunakan jasa perusahaan kelistrikan tersebut. Guna mendukung pengerjaan proyek yang memuaskan bagi konsumen maka manajemen operasional dalam pelaksanaan pekerjaan kelistrikan membutuhkan serangkaian peraturan yang di susun sebagai SOP dan Instruksi Kerja.

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan dokumen yang dibuat dan berkaitan dengan standar prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang lebih efektif dan efisien dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, metode penulisan prosedur, kapan dibuat atau di revisi, dan dilengkap dengan bagan flowchart di bagian akhirnya.

Sedangkan yang dimaksud sebagai Instruksi Kerja adalah suatu perintah yang disediakan untuk membantu seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan benar atau suatu set instruksi untuk melakukan tugas atau untuk mengikuti prosedur. Tidak semua Prosedur harus dibuatkan Instruksi Kerjanya, yang menjadi bahan pertimbangan diantaranya : Kerumitan dan kompleksitas aktivitas ; Kualifikasi personel pelaksana ; Sifat aktivitas (kritis tidaknya terhadap mutu, keselamatan, atau faktor lainnya); Struktur dan Isi Tidak ada bentuk bakunya, tetapi menurut good management practice di dunia industri; Secara garis besar memuat : Tahapan pelaksanaan aktivitas ; Alat yang digunakan; Standar atau parameter yang dirujuk; Metode pengukuran, pengujian, dan pemeriksaan.

TUJUAN

1. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

2. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang konsep dasar hukum pebuatan SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

3. Memberikan peserta pelatihan pengetahuan tentang tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja dalam bidang kelistrikan.

MATERI

1. Perkembangan Dunia Kelistrikan

2. Jenis-jenis SOP

3. Jenis-jenis Instruksi Kerja

4. Peran dan fungsi serta manfaat SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

5. Dasar hukum pebuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

6. Metode dan tahapan dalam pembuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

7. Simulasi/Praktek pembuatan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

8. Monitoring dan Evauasi Pelaksanaan SOP dan Instruksi Kerja di bidang kelistrikan.

PESERTA

1. Direktur Operasional dan Manajer Operasional

2. Supervisor/Kabag Keuangan dan Staf di bagian Operasional

3. Supervisor/staf bidang lain yang relevan

PEMATERI DAN METODE PELATIHAN

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, Consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Alternative Waktu Kegiatan :

  • 23-25 November 2018
  • 24-26 Desember 2018
  • 17-19 Januari 2019
  • 18-20 Februari 2019
  • 21-23 Maret 2019
  • 25-27 April 2019
  • 6-8 Mei 2019
  • 24-26 Juni 2019
  • 18-20 Juli 2019
  • 19-21 Agustus 2019
  • 12-14 September 2019
  • 21-23 Oktober 2019
  • 28-30 November 2019
  • 16-18 Desember 2019

Alternative Tempat Kegiatan :

  1. Hotel Mutiara Yogyakarta
  2. Hotel Pesonna Malioboro Yogyakarta
  3. Hotel Jentra Dagen Malioboro Yogyakarta
  4. Hotel LPP Garden Yogyakarta
  5. Hotel LPP Convention

BIAYA KEGIATAN
Private Training Rp. 8.500.000,- /peserta * Non Residential Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta

Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

Regular Training Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residential Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta

Fasilitas : Lunch & Coffe Break,Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

In House Training

Paket A : Rp. 4.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 10-15 orang dari 1 instansi/lembaga/perusahaan.

Paket B : Rp. 4.000.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta 16-20 orang dari 1 instansi/lembaga/perusahaan.

Paket C : Rp. 3.500.000,- /peserta * Non Residential jika jumlah peserta lebih dari 21 orang dari 1 instansi/lembaga/perusahaan

Biaya tidak termasuk biaya penginapan peserta, biaya transportasi dan akomodasi peserta

Fasilitas yang diperoleh peserta : Sertifikat pelatihan, Coffe break dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Dokumentasi, Hardcopy /Softcopy materi dan Training Kit.

jenis training

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *