PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENALI GANGGUAN/KEJAHATAN/ POLA UNGKAP KASUS/JARINGAN DAN INVESTIGASI MELALUI PENDEKATAN TUGAS RESERSE DALAM PELAKSANAAN TUGAS SECURITY

PENDAHULUAN

Perubahan  bentuk ancaman kejahatan yang semakin komplek dan beragam, dengan ciri utama : mobilitas tinggi, tak mengenal batas wilayah, serta memanfaatkan teknologi (IT) merupakan gejala yang tak terbantahkan yang telah melanda seluruh kawasan dunia termasuk di negara kita Indonesia. Ancaman /gangguan kejahatan  baik dalam wujud fisik, non fisik tersebut dilakukan secara terorganisir maupun sindikat yang dapat dikatagorikan dalam lingkup transnational crime, conventional crime, treasury crime, maupun contingency crime. Demikian juga dalam komunitas bisnis berbagai wujud ancaman/gangguan pada proses produksi (internal) yang timbul sebagai akibat semakin ketatnya intensitas persaingan usaha dan dengan digunakannya sistem jaringan teknologi canggih yang berpeluang dimanfaatkan secara negatif (melawan hukum) menjadi ancaman yang serius.

Disisi lain  sebagai dampak semakin tingginya tuntutan standar kesejahteraan yang harus dipenuhi dalam perkembangan masyarakat (global), memicu berkembangnya komunitas pelaku kejahatan yang semakin modern dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, memanfaatkan celah-celah peraturan /Undang-undang maupun regulasi yang ada.

Profil para pelaku kejahatanpun semakin berkembang,  terselubung (white colar crime) dan semakin sulit teridentifikasi. Bagi komunitas bisnis, sektor industri,pelayanan publik, diharapkan tak ada kata ‘menyerah’ menghadapi kondisi tersebut. Upaya-upaya antisipasi harus selalu dilakukan sesuai dinamika perkembangan ancaman/gangguan tersebut. Hal tersebut dilakukan guna menjamin keberlangsungan kegiatan mencapai tujuan usaha, meningkatkan produktivitas, keunggulan daya saing dan reputasi perusahaan/organisasi.

Mencermati peran security/Satuan Pengamanan sebagai ujung tombak pengamanan (garda terdepan) akan dihadapkan pada berbagai ancaman tersebut, sudah waktunya para pihak dalam entitas bisnis berbagi komitmen dalam upaya effektif dengan mencoba mencari jawaban : jenis kejahatan apa yang paling berpengaruh, siapa yang mungkin melakukan kejahatan itu, bagaimana dan kapan kejahatan itu muncul. Tentu sudah waktunya para pihak melakukan/menerapkan cara effektif untuk memahami mengetahui pola-pola kejahatan yang terjadi yang dapat merugikan perusahaan/badan, dengan membandingkan frekwensi terjadinya kejahatan tertentu dengan jumlah target potensial pada kurun waktu tertentu atau sering diistilahkan crime rate of opportunity serta menemukan  teknik yang handal di dalam menganalisis hakekat ancaman gangguan maupun tantangan yang berkembang sekaligus cara mengantisipasinya dengan merancang suatu sistem yang handal.

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini peserta bisa menjadikan hasilnya sebagai salah satu alternatife upaya meningkatkan kemampuan/keterampilan bagi sumber daya manusia (satuan pengamanan) baik di bidang pengamanan fisik/ non fisik untuk mengenali dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas pengamanan.  

MATERI

  1. Pengantar Intelijen :
  • Inteligence is foreknowledge dan 4 fungsi intel : anticipate,detect,identify dan  forwarn.
  • Membentuk watak intelijen “A proffesional with one client”
  • Mengenal  INTAN (intelijen analis).
  1. Mengenal kejahatan Fraud
  • Deteksi dini ibarat “Its better to prevent than cure”.
  • Physical security dikembangkan menjadi pencegahan kerugian
  • Gejala gunung es
  • Fraud tree.
  1. Peranan TKP dalam pengungkapan  kasus tindak pidana
  • Dimensi TKP dalam penyidikan
  • TKP sebagai sumber informasi awal dari pengungkapan kasus.
  • Prinsip dasar olah TKP
  • Hubungan TKP dengan poses investigasi
  1. Pola ungkap modus operandi kasus/jaringan tindak pidana :
  • Cara mengenali anatomi kejahatan.
  • Perkembangan pola kejahatan (methode, obyek, kelompok, organisasi kejahatan)
  • Ciri /variable kejahatan yang harus diwaspadai
  • Tahap proses penyelidikan yang harus dilakukan.
  • Membuat rencana pulbaket, UUK, dan laporan Informasi
  • Implementasi pemanfaatan laporan informasi.
  1. Taktik teknik pemeriksaan /investigasi dengan pendekatan tugas reserse:
  • Hakekat pemeriksaan dan proses penyidikan.
  • Manajemen pemeriksaan, menyusun pertanyaan dan tahap pemeriksaan.  
  • Mengenali ALIBI sebagai “gate” dalam pemeriksaan.
  1. Simulasi pengungkapan kasus (jaringan).
  • Pembagian kelompok, mempelajari skenario.
  • Diskusi kelompok pemecahan masalah.
  • Presentase hasil diskusi.
  1.  Studi Kasus

PESERTA

  1. Komandan Satuan Pengamanan Perusahaan
  2. Kepala / Staf Satpol PP Kabupaten/Kota/Propinsi
  3. Manager /supervisor Operasional Perusahaan
  4. Anggota Satuan Pengamanan Perusahaan
  5. Polisi Khusus Kehutanan/Kereta Api
  6. Anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil

PEMATERI DAN METODE PELATIHAN

Akademisi/Praktisi yang memiliki kompetensi di bidang obat-obatan herbal. Dengan metode presentas, diskusi dan bedah kasus yang akan memudahkan peserta memahami dan mengerti apa yang menjadi pokok bahasan pada pelatihan ini.

WAKTU DAN TEMPAT PELA KSANAAN

Opsi Waktu :

  1. Gelombang 1 : 28 – 30 Juni 2018
  2. Gelombang 2 : 23-25 Juli 2018
  3. Gelombang 3 : 27-29 Agustus 2018

Opsi Tempat :

  1. Hotel MM UGM Yogyakarta
  2. Hotel LPP Garden Yogyakarta
  3. Hotel LPP Convention
  4. Fame Hotel Batam
  5. Ibis Kuta Bali

BIAYA KEGIATAN

Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residensial
Biaya tersebut belum termasuk penginapan selama kegiatan berlangsung
Fasilitas : Lunch,Coffe break 2 kali sehari, sertifikat, CD Materi dan seminar kit (Tas exclusive, Materi, Block Note, bullpoint, dll)

Kegiatan akan dilaksanakan dengan jumlah peserta minimal 15 orang

jenis training

Views All Time
Views All Time
7
Views Today
Views Today
1
Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *